Sabtu, 12 Maret 2011

KEBISINGAN GETARAN DAN PENERANGAN di LINGKUNGAN KERJA

KEBISINGAN GETARAN DAN PENERANGAN
LINGKUNGAN KERJA
 UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1970
 TEMPAT KERJA ADALAH : Tiap Ruangan Atau Lapangan Tertutup Atau Terbuka, Bergerak Atau Tetap Dimana Tenaga Kerja Bekerja Atau Yang Sering Dimasuki Tenaga Kerja Untuk Keperluan Suatu Usaha Dan Dimana Terdapat Sumber Atau Sumber-sumber Bahaya Sebagaimana Diperinci Dalam Pasal 2, Termasuk Tempat Kerja Adalah Suatu Ruangan, Lapangan Halaman Dan Sekelilingnya Yang Merupakan Bagian-bagian Atau Yang Berhubungan Dengan Tempat Bagian Tersebut
1. KEBISINGAN
Latar belakang :
- Mesin dan peralatan kerja menimbulkan
getaran dan suara (noise) di tempat
kerja.
- Efek noise :
- Mengganggu komunikasi
- Mengganggu konsentrasi
-Tidak nyaman dalam bekerja
- Menyebabkan NIHL
Kebisingan :
Suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari mesin /alat-alat proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan (Depnaker, 1999)
Suara :
-1. Adalah variasi tekanan (dalam udara,
air, atau media lain) yang dapat di
deteksi oleh telinga manusia (Standar,
John.J)
2. Adalah vibrasi (getaran) yang
ditransmisikan melalui media elastis
(udara, air atau media lain) yang
kemudian di terima dan dipersepsikan
oleh telinga manusia (Putra, Ardhana)
Yang menentukan kualitas suara :
1. Frekuensi (jumlah getaran / detik, Hz)
2. Intensitas (arus energi persatuan luas, dinyatakan dalam logaritma (dB) dgn membandingkan dgn kekuatan dasar 0,0002 cm dyne/cm
Sifat Fisik suara :
1. Amplitudo
2. Frekuensi
3. Kecepatan suara
4. Panjang gelombang
5. Periode
6. Octave Band
7. Intensitas suara
8. Kekuatan suara (P)
9. Tekanan suara (p)
Sumber kebisingan di LK
1. Fan Noise
2. Jet Noise
3. Pipe Noise
4. Pump Noise
5. Furnace dan Burner Noise
6. Electrical Equipment Noise
7. Blower
8. Mesin dan Peralatan kerja, dll
Jenis Kebisingan di Tempat Kerja
1. Kebisingan kontinyu dgn frekuensi luas
Mis : mesin, kipas angin, dapur pijar.
2. Kebisingan kontinu dgn frekuensi sempit
Mis : gergaji sirkuler, katup gas.
3. Kebisingan terputus-putus (intermitten)
Mis : lalu lintas, suara pesawat terbang di bandara
4. Kebisingan impulsif
Mis : pukulan tukul, tembakan bedil atau meriam
Nilai Ambang Batas (NAB) Kebisingan
Kepmenaker No. Kep. 51/Men/1999
NAB untuk kebisingan dalam waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu adalah 85 Dba
Karakteristik Akustik Telinga manusia
a. Mekanisme sistim pendengaran
1. Mekanisme periperal, memungkinkan
perambatan mekanis (terletak antara
daun telinga dan selaput basilar).
2. Mekanisme vertibular, mekanisme
perambatan informasi suara dalam
bentuk sinyal denyut listrik (tjd pd
rumah siput, bagian dalam telinga).

Efek Kebisingan Pada Manusia
1. Pengaruh Fisiologis
a. Pergeseran ambang dengar
sementara (Temporary threshold Shift)
Kerusakan bersifat temporer, ada
gaung pd akhir paparan, sering diiringi
bunyi ringing dalam telinga (auditory
fatiq)
Waktu pemulihan : 13 jam – 16 jam.
. Noise Injured Hearing Loss (NIHL)
Terjadi pertama kali pada frekuensi 4000 Hz, kemudian dapat menyebar pada frekuensi 1500 Hz – 3500 Hz.
c. Permanent Threshold Shift
NIPTS terjadi karena kerusakan pada rambut – rambut syaraf di rumah siput (cochlea) pada kebisingan 140 dB.

. Pengaruh kebisingan terhadap
komunikasi
Mis : Komunikasi saat berbicara harus
berteriak.
3. Pengaruh kebisingan terhadap pola tidur
Mis : Sulit tidur, tidak nyaman, dll.
Jenis suara wicara Lp (dBA)
Max suara manusia 88
Berteriak 82
Sangat keras 74
Meningkat dari normal 65
Normal 57
Relaks 50
Berbisik 40

Pengaruh kebisingan pada TK
1. Auditory effect
NIHL terjadi beberapa tahun setelah terpapar kebisingan, pemaparan kebisingan yg berulang menyebabkan TTS menjadi PTS.
2. Extra auditory effect
Mempengaruhi organ tubuh lain seperti : jantung, kelenjar syaraf endokrin dan proses biokimiawi.
Keluhan : pusing, sakit kepala, mual, letih, lesu.
Klasifikasi ketulian (Michael Paul)
1. Tuli konduktif (Conducttive Hearing Loss)
Disebabkan gangguan transmisi suara ke cochlea.
2. Tuli Sensorineural (Sensorineural Hearing Loss)
Penyebab : rusaknya organ corti atau terjadi degenerasi syaraf pendengaran.
. Tuli campuran (Mixed Hearing Loss)
4. Tuli sentral (Central Hearing Loss)
Suatu kondisi bila seseorang sulit
menginterpretasikan apa yang di
dengarnya.
5. Tuli Psikogenik (Phychogenic Hearing
Loss)
Terjadi pada keadaan hysteria
Pengukuran Kebisingan
Alat pengukur kebisingan :
1. Sound Level Meter (SLM)
2. Octave Band Analyzer
3. Noise Dosemeter
Hal yg mempengaruhi pengukuran kebisingan
1. Background Noise (harus < 3 dB)
2. Angin (gunakan windscreen)
3. Suhu (range 10oC – 50oC)
4. Kelembaban (untuk pemakaian khusus mikrofon harus pakai pelindung hujan dan dehumidifier)
5. Tekanan udara
6. Getaran
Medan magnet (tdk berpengaruh)
Pengendalian Kebisingan
1. Pengendalian secara teknik
a. Pada sumbernya , contoh :
- Pemeliharaan (pelumasan, perbaikan
mesin).
- Penggantian mesin (press mekanik
diganti dgn press hidrolik).
- perubahan metode dan proses kerja
b. Pada daerah sebaran, contoh :
- Mengurangi kecepatan / gerak mesin
- Menggunakan peredam suara
- Mengisolasi sumber kebisingan
- Memperjauh jarak sumber kebisingan
dengan pekerja.
c. Pada penerima, contoh :
- Menggunakan alat pelindung telinga
- Perubahan waktu kerja
- Mengisolasi pekerja dari sumber bising
2. Pengendalian secara administratif
- Rotasi kerja
- Memindahkan pekerja dari tempat yg
bising ke tempat yg kurang bising.
- Pengaturan waktu pengoperasian
mesin.
3. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
- Ear plug (sumbat telinga)
- Ear muff (tutup telinga)
- Safety helmet
2. GETARAN
DALAM KEGIATAN INDUSTRI PADA UMUMNYA MENGGUNAKAN MESIN-MESIN ATAU PERALATAN MEKANIS YANG DIJALANKAN DENGAN SUATU MOTOR. SEBAGIAN DARI KEKUATAN MEKANIS TERSEBUT DISALURKAN KEPADA TUBUH OPERATOR ATAU PEKERJA DALAM BENTUK GETARAN MEKANIS.
Latar belakang
Modernisasi industri :
pekerjaan lebih mudah dan cepat,
efek gangguan atau pencemaran pada lingkungan di tempat kerja.
dominan gangguan dari peralatan atau perkakas tersebut umumnya adalah :
1. bising
2. getaran
Getaran ?
Gerakan bolak balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. (KEPMEN : Kep-49/MENLH/11/1996)
Standar pengukuran
Indonesia
Getaran lengan dan tangan KEP-51/MEN/1999
Internasional
Hand arm : ISO 8662 (Part 1 – Part 12)
Whole body : ISO 2631 (Part 1 – Part 5)
Nilai limit (NAB)
Getaran lengan dan tangan
KEP – 51/MEN/1999
4 m/dt2
Eropa
5 m/dt2
PENERANGAN
Latar Belakang :
SETIAP JENIS PEKERJAAN
MEMERLUKAN TINGKAT PENERANGAN YANG SESUAI.
Tenaga kerja harus jelas melihat objek
yang dikerjakan, juga harus jelas melihat
alat yang digunakan. PENERANGAN YANG BAIK ADALAH TINGKAT PENCAHAYAAN YANG CUKUP (OBJECK DAPAT DILIHAT DENGAN MUDAH DAN CEPAT)
KURANG → LELAH
BERLEBIHAN→ SILAU
STADART INTENSITAS PENERANGAN
PERATURAN MENTERI PERBURUHAN NOMOR : 7 TAHUN 1964
JENIS KEGIATAN DISESUAIKAN INTENSITAS PENCAHAYAAN YANG DIPERLUKAN.
PMP No. 7 tahun 1964
Umum : 20 Lux
Kasar : 50 Lux
Ketelitian : 100 Lux
Jenis kegiatan Tingkat penerangan
Penerangan darurat Mempunyai kekuatan paling sedikit 5 lux
(0,5 ft. Candles)
Penerangan jalan dan halaman Mempunyai kekuatan paling sedikit 20 lux
(2 ft. Candles)
Penerangan membedakan barang kasar Mempunyai kekuatan paling sedikit 50 lux
(5 ft. Candles)
Penerangan untuk membedakan barang kecil secara sepintas Mempunyai kekuatan paling sedikit 100 lux
(10 ft. Candles)
Penerangan untuk membedakan barang-barang kecil agak teliti Mempunyai kekuatan paling sedikit 200 lux
(20 ft. Candles)
Penerangan untuk membedakan barang-barang kecil dan halus Mempunyai kekuatan paling sedikit 300 lux
( 30 ft. Candles)
Penerangan untuk membedakan barang halus dengan contrast yang sedang dan dalam waktu yang lama Mempunyai kekuatan paling sedikit 500 -100lux (50 ft. Candles)
Penerangan untuk membedakan barang sangat halus dengan contrast yang kurang dan dalam waktu yang lama Mempunyai kekuatan paling sedikit 1000 lux (100 ft. Candles)
HAMPIR DALAM SETIAP PELAKSANAAN PEKERJAAN MELIBATKAN FUNGSI MATA
PENERANGAN YANG BURUK ADALAH :
KELELAHAN PADA MATA DENGAN AKIBAT BERKURANG DAYA DAN EFISIENSI KERJA
KERUSAKAN INDRA MATA
MENINGKATNYA TEJADI KECELAKAAN
KELUHAN PEGAL-PEGAL DIDAERAH MATA DAN SAKIT KEPALA DISEKITAR MATA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar